Wednesday, April 10, 2013

OTAK YANG MENAKJUBKAN

Penelitian mutakhir tentang otak telah banyak merevolusi pemikiran manusia. Banyak ungkapan yang menggambarkan otak manusia “raksasa yang tidur”, “alat pintar yang mempesona”. Menurut hasil penelitian Prof. David Snawdon dari Universitas Kentucky dan penelitian Universitas California, “orang yang mendapat pendidikan tinggi, meyampaikan ilmunya, dan terus-menerus mendapatkan pikiran mereka dengan berbagai masalah, ternyata berumur lebih panjang dibandingkan orang yangberpendidikan rendah yang lebih banyak bekerja dengan otot.”

Seorang manusia yang berfikir dan mengetahui cara berfikir selalu dapat menglahkan sepuluh orang yang tidak berfikir dan tidak mengetahui cara berfikir (George Bernard Shaw, sastrawan dan filosof terkemuka inggris). Para ilmuwan menyimpulkan bahwa kecerdasan tidaklah tetap. Ia sangat dipengaruhi oleh seberapa besarnya ia digunakan. Semakin banyak kita menggunakan otak, semakin banyak pula koneksi antara sel-sel otak yang kita buat. Semakin banyak koneksi di antara sel otak, semakin besar pula potensi kita untuk berfikir secara cerdas.
OTAK TERUS BERKEMBANG
Pada tahun 1874, Charles Darwin melaporkan bahwa otak kelinci jinak lebih kecil apabila dibandingkan dengan otak kelinci liar. Ia menyimpulkan bahwa pengecilan otak ini disebabkan Karena kelinci peliharaan tidak lagi menggunakan pikirannya, nalurinya, atau penginderaannya. Penelitian ini sekaligus membantahkan mitos yang dipercaya oleh orang awan selama ini, bahwa otak tidak dapat berkembang. Faktor genetic bukanlah penyebab bodoh atau pintarnya seseorang. Buktinya, banyak orangtua yang hanya lulusan sekolah dasar, tetapi ternyata anaknya memiliki kecerdasan luar biasa. Banyak orangtua yang berpendidikan tinggi tapi anaknya pemalas dan bodoh. Walaupun ada kemungkinan jika orangtua pintar matematika maka anak akan pintar matematika. Tapi lingkinganlah yang sangat berpengaruh menjadikan seseorang pintar atau bodoh. Dr. Marian Diamond mengatakan “Otak dapat berubah secara positif jika dihadapkan pada lingkungan yang diberi rangsangan. Sebaliknya, otak dapat menjadi negative jika tidak diberi rangsangan.”
Pada tahun 1815, seorang ilmuwan bernama Spurzheim mengamati bahwa ukuran organ akan bertambah jika dilatih. Otot-otot akan membesar jika dikembangkan dengan olahraga. Spurzheim memperluas teori ini dari “otot” ke “otak”. Ia melaporkan bahwa otak, seperti otot, akan menguat dengan berolahraga. Mengapa? “Karena darah dibawa dalam jumlah yang banyak kepada bagian-bagian yang dirangsang dan nutrisi dilakukan oleh darah.”

No comments:

Post a Comment

Cara Gampang Dapat Uang dari Internet